Lingkungan Inklusif Ramah Terhadap
Pembelajaran (LIRP)
a.
Pembelajaran yang ramah
Pendidikan inklusi
merupakan perkembangan terkini dari model pendidikan bagi anak berkebutuhan
khusus. Pendidikan inklusi diartikan dengan memasukan anak berkebutuhan khusus
di kelas reguler bersama anak lainya. Nashichin dalam L.K.M. Marentek
(2007:145) mengemukakan pendidikan inklusif adalah pelayanan pendidikan bagi
peserta didik yang mempunyai kebutuhan pendidikan khusus di sekolah reguler
(SD, SLTP, SMU, dan SMK) yang tergolong luar biasa baik dalam arti berkelainan,
lamban belajar (slow learner) maupun yang berkesulitan belajar lainya.
Sekolah yang ramah terhadap anak merupakan sekolah
dimana semua anak memiliki hak untuk belajar, mengembangkan semua potensi yang
dimilikinya seoptimal mungkin di dalam lingkungan yang nyaman dan terbuka.
Menjadi “ramah” apabila keterlibatan dan partisipasi dalam pembelajaran itu
tercipta secara alami dengan baik.
Dalam lingkungan kelas inklusif membutuhkan interaksi
dan kerjasama antara guru dan murid. Guru mempunyai tangung jawab menciptakan
suasana kelas yang menghargai perbedaan yang menyangkut kemampuan, kondisi
fisik, sosial, ekonomi, suku, agama, dan sebagainya. Depdiknas dalam Tarmansyah
(2007:214) mengambarkan lingkungan inklusif ramah terhadap pembelajaran (LIRP)
memiliki karakteristik sebagai berikut:
1.
Adanya keterlibatan semua anak tanpa memandang
perbedaan.
2.
Keluarga, guru dan masyarakat terlibat dalam
pembelajaran anak secara kolaboratif, kooperatif dan demokratis.
3.
Memberikan perlindungan pada semua anak dari kekerasan,
pelecehan, dan penyiksaan.
4.
Memberikan keadilan jender dan nondiskriminasi dalam
memberikan layana pembelajaran.
5.
Memberikan penghargaan pada budaya, menghargai
perbedaan, dan menstimulasi pembelajaran untuk semua anak.
6.
memberikan kesempatan pada guru untuk belajar dan
mengambil manfaat dari pembelajaran tersebut
7.
Adanya peningkatan partisipasi dan kerjasama bagi semua
pihak yang terlibat dalam implementasi
pendidikan inklusi.
8.
Pembelajaran disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari
anak, anak bertangung jawab atas pembelajaranya sendiri.
9.
Menerapkan pola hidup sehat bagi anak, orang tua dan
masyarakat.
b.
Aspek-aspek penting LIRP
Depdiknas mengemukakan aspek-aspek penting dalam LIRP adalah :
1.
Semua anak memiliki hak untuk belajar tanpa memandang
perbedaan fisik, intelektual, sosial, emosional, bahasa atau kondidsi lainya
seperti yang ditetapkan dalam konvensi hak anak.
2.
Guru perlu mengetahui bagai mana cara mengajar anak
dengan latar belakang dan kemampuan yang
berbeda.
3.
Dalam LIRP, setiap orang berbagai visi yang sama
tentang bagaimana anak harus belajar, bekerja dan bermain bersama.
4.
LIRP mengajarkan kecakapan hidup dan gaya hidup sehat
agar peserta didik dapat mempergunakan informasi yang diperoleh untuk
melindungi diri dari penyakit dan bahaya. Di dalam LIRP tidak ada kekerasan
terhadap anak, pemukulan, atau hukuman fisik.
5.
LIRP mendorong guru, pengelola sekolah, anak, keluarga
dan masyarakat untuk membantu pembelajaran anak.
0 komentar:
Posting Komentar